Selain e-commerce, ride hailing, dan fintech; ada beberapa sektor bisnis startup yang digadang-gadang akan mendapatkan keuntungan besar di tengah berkembangnya pangsa pasar digital di Indonesia. Salah satu yang sering disebut-sebut adalah edtech(education technology).
Edtech di Indonesia mulai populer memasuki tahun 2015, sementara pemain besar lain seperti Ruangguru dan HarukaEdu baru debut di 2013. Popularitas platform tersebut juga mengikuti tren digital yang berkembang di masyarakat – misalnya sebaran broadband yang meluas, makin akrabnya masyarakat dengan layana berbasis aplikasi, hingga opsi pembayaran digital yang lebih banyak.
e-learning, menjajakan materi pembelajaran secara online. Beberapa menyajikan melalui konten interaktif, video on-demand, dan online live tutoring. Dari sudut materi, cakupannya juga beragam, mulai dari kursus untuk murid sekolah, konten belajar bahasa asing, hingga penguatan kemampuan personal.
Di Indonesia, penggunaan aplikasi Edutech semakin melesat ketika pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan menutup sekolah pada Maret 2020 lalu. Dengan ditutupnya sekolah, maka para siswa mau tidak mau harus mengenyam pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh menggunakan sejumlah aplikasi, mulai dari Video Conference hingga pesan instan.
Lebih dari 50% responden di Indonesia menggunakan YouTube dan Zoom untuk kegiatan pengembangan diri, baik hard skill, soft skill, hobi, maupun bahasa asing, selama pandemi Covid-19. Sekitar 30% responden juga memanfaatkan Google Meet dan Ruangguru.
Referensi:
http://kompas.com/edukasi/read/2019/02/01/15080121/menanti-hasil-pertumbuhan-pesat-tren-edutech-indonesia
https://dailysocial.id/post/tren-edtech-di-indonesia
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/09/30/youtube-dan-zoom-platform-terpopuler-selama-pandemi
